Sekelumit ulasan Julianus P Limbeng terhadap lagu ciptaan Hilmi "Budaya Negeriku Budaya Dunia" (diambil dari Indonesia dalam Lagu halaman 66 dari buku "Pelajar dan Karyanya"(Kemenparekraf, 2014). Buku ini merupakan katalog karya para pemenang Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional (2013-2014) yakni karya pusi, lukisan, desain batik dan cipta lagu.
Monday, August 11, 2014
ULASAN Julianus P Limbeng terhadap lagu Ciptaan Hilmi
Wednesday, July 10, 2013
KONSEP DI BALIK LAGU "BUDAYA NEGERIKU, BUDAYA DUNIA"
Tema
lagu ini tentang keindahan budaya Indonesia (Cinta Bangsa dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia). Dua seni
budaya yang diangkat dalam lagu ini adalah Tari Saman dan Musik Angklung yang
keduanya merupakan simbol nilai budaya yang sejalan dengan pengembangan
karakter kesatuan dan persatuan. Melalui pengenalan akan keindahan budaya
Indonesia dan pengakuan internasional, sekaligus memupuk dan meningkatkan cinta
bangsa dan negara Indonesia. Selain itu, dua seni budaya tersebut merupakan
warisan budaya dunia bukan bendawi (intangible world cultural heritage) yang
ditetapkan oleh UNESCO. Musik angklung ditetapkan pada tanggal di 8 November 2010 di Kenya dan
Tari Saman ditetapkan pada tanggal 24 November 2011 di Bali Indonesia
Dalam
lagu “Budaya Negeriku Budaya Dunia”, nilai budaya tersebut ditunjukkan pada
bait pertama dan bait kedua. Bait pertama menggambarkan keindahan tari Saman.
Tari ini digambarkan dengan gerak yang tangkas (karena sangat lincah cepat,
tetapi tidak berbenturan walaupun ssngat berdekatan antar penari) dengan unsur
gerakan dasarnya terutama tepuk tangan, tepuk dada dan hempasan badan yang cepat,
seperti hentakan. Gerakan ini sekaligus merupakan unsur pembentuk bunyi yang dikombinasikan dengan paduan suara para
penarinya merupakan sinkronisasi yang menghasilkan bunyi rampak (teratur dan
harmoni) yang membahana sebagai hasil perpaduan banyak bunyi tangan dan paduan
suara para penari. Melalui simbol gerak
dan suara inilah dapat menggugah rasa persatuan (karena tarian ini hanya
mungkin dilakukan atas dasar kekompakan di antara para penari, yang sekaligus
menggambarkan berbagai peran dalam masyarakat di antara para penari). Dengan
adanya persatuan banyak penari serta gerakannya yang dinamis dan bersama-sama melambangkan
kejayaan.
Pada
bait kedua, diceritakan kemerduan musik angklung yang bunyinya mengalun karena
bunyi getarannya dan perpaduan berbagai nada yang dimainkan oleh sekelompok
pemain. Keindahan musiknya digambarkan
melalui simfoni yang harmonis karena angklung hanya bisa dimainkan dalam kelompok
yang memerlukan kerjasama untuk saling menyerasikan. Bunyinya yang merdu,
tenang, dan didukung oleh kebersamaan antara pemain menimbulkan perasaan kedamaian.
Pada
bait ketiga yang merupakan reffrain, berisi penguatan cerita yang disampaikan
pada bait pertama dan kedua, dengan mengandaikan diri seperti burung yang terbang
ke berbagai daerah di
sekitar khatulistiwa (Indonesia) antara lain mengunjungi Aceh (tempat Tari Saman
berasal) dan Jawa Barat (tempat musik angklung berasal) menyaksikan dengan melihat Tari Saman di bait
pertama dan mendengar musik Angklung di bait kedua. Pada bait ini,
menggambarkan kekaguman akan keindahan seni budaya Indonesia.
Bait keempat,
semakin memperkuat “kesimpulan” yakni kekaguman dan kebanggaan akan keindahan
budaya sehingga mendorong untuk mengenalkan dan menyebarluaskan keindahan dan
nilai-nilai pengembangan karakter yang dikandung dalam kedua jenis seni budaya
Indonesia (Tari Saman dan musik Angklung) sebagai Intangible
World Cultural Heritage kepada dunia.
LIRIK LAGU JUARA 1 CIPTA LAGU FESTIVAL DAN LOMBA SENI SISWA NASIONAL TAHUN 2012
BUDAYA NEGERIKU, BUDAYA DUNIA
Ciptaan: Hilmi Fathurrahman
Indonesiaku, lihat indah tarinya
Tari Saman yang tangkas, hentak rampak membahana
Menggugah smangat persatuan kejayaan
Indonesiaku, dengar merdu musiknya
Bunyi angklung mengalun merangkaikan simfoni
keharmonisan menggugah rasa kedamaian
Reff
Terbang tinggi melayang melintasi khatulistiwa
Menyaksikan negriku indah budaya
Indonesiaku
Terbang jauh melanglang melintasi bentang dunia
Mengenalkan warisan budaya dunia
asli negriku
Read More...
Sunday, August 5, 2012
Hilmi dan Impiannya Pergi ke Luar Negeri
Sulit mempercayai
keajaiban impian ketika kita belum pernah mengalaminya, walau kebanyakan orang meyakini
keajaiban impian adalah pertemuan antara usaha dan takdir Illahi. Tetapi siapa yang tahu kapan pertemuan itu
terjadi ? Inilah misteri impian.
London adalah
sebagian impian Hilmi sejak kecil. Obsesi itu muncul karena keinginannya yang
kuat untuk bersekolah ke tempat Harry Potter – ke sekolah sihir, dunia penuh
imajinasi. Sejak berumur 8 tahun, dia penggemar berat Harry Potter. Dia bukan
pembaca novelnya, tetapi dia penonton film-film Harry Potter. Seperti kebanyakan
penggemar berat Harry Potter, dia juga mempunyai koleksi pernak-pernik Harry
Potter: pin, T shirt, tongkat, poster dan jubah Harry Potter dan
tentu saja hafal dengan mantra-mantranya.
![]() |
| Christo, Kak Ubiet dan Hilmi |
Keinginan kuat ini pula yang mendorong hasratnya ketika dia berumur 9 tahun untuk berangkat ke Korea
mengikuti "World Choir Games 2008" walaupun tanpa didampingi orangtua, Bukan
karena ingin menyanyi dalam paduan suara, tetapi ingin tinggal di asrama seperti Harry Potter! Tetapi betapa
kecewa ketika sampai batas akhir pendaftaran ke Korea, ibunya tidak berhasil mendapatkan sponsor dan
Hilmi berkomentar datar karenanya:” Berarti yang bisa ikut ke Korea hanya orang kaya
saja dong Ma …”. Ucapan Hilmi itu sontak
mendorong Ibu Hilmi mencarikan kesempatan lain ke luar negeri.
Salah satu kesempatan yang diincar waktu itu
adalah program homestay anak-anak di
Jepang. Pengajuan formulir pendaftaran dengan kelengkapan CV yang berisi prestasinya
di bidang menyanyi sudah diajukan, CV-nya dipuji panitia, tetapi ketika setahun kemudian tiba waktu
pengumuman peserta, Hilmi dinyatakan tidak lolos karena umur Hilmi kelebihan 3 bulan. Sekali lagi impian Hilmi kandas. Kandas bukan
karena prestasinya, tetapi karena faktor-faktor teknis.
Lagi-lagi ibunya berusaha meyakinkan Hilmi untuk
tidak berputus asa dan optimis kalau suatu saat
Allah akan mengijinkannya pergi ke luar negeri. Sampai akhirnya, jalan
takdir itu dititi melalui Musikal Laskar Pelangi (MLP). Jalan pertama terbuka
ketika Hilmi ikut tampil dalam MLP di Malay
Festival of Arts di Esplanade Singapore pada tanggal 1-2 Oktober 2011. Luar
biasa, karena penampilan MLP di Esplanade, bukan sekedar tampil dalam festival,
tetapi mengisi acara pembukaan festival atas undangan panitia. Lebih luar biasa
lagi, kendala biaya pergi ke luar negeri selama ini terpecahkan, karena seperti
anggota rombongan lainnya dia berangkat dengan biaya sponsor dan bahkan
mendapat uang saku.
![]() |
| Pengumuman "The Best Actor of MLP" |
Jalan berikutnya, sebuah kejutan besar anugerah-Nya
-- ketika pada tanggal 15 Januari 2011 di acara penutupan MLP Highlight Dufan Hilmi dinobatkan sebagai the best actor of MLP karena penampilannya, kedisiplinan, dan dedikasinya dalam 49 penampilan MLP sebagai Lintang (dan 1 kali sebagai anak SD PN Timah) dalam 4
sessions MLP. Prestasinya ini membuahkan
award dari PT Miles Production berupa
sponsor menonton dan mempelajari musical di London dari tanggal 30 Juni hingga
4 Juli 2012 dengan didampingi kak Ubiet. Walaupun tidak sempat mengikuti Warner Bross Studio Tour untuk melihat hal-hal terkait pembuatan film Harry Potter, tetapi Hilmi menonton
“The Wizard of Oz - the Musical” dan “War Horse the Musical”, mengunjungi
berbagai museum di London dan menikmati kehidupan di London.
Mengingat apa yang dialaminya sejauh ini, kita
bisa bertanya-tanya mengapa liku jalan yang ditempuh Hilmi seperti itu. Mengapa
persyaratan umur maksimal peserta homestay
di Jepang baru diketahui belakangan, setelah
bersusah-payah mengirimkan lamaran dan ketika harapan sudah membumbung? Kita bisa bertanya-tanya, mengapa prestasi menyanyi
Hilmi sebelumnya tidak cukup kuat mengarahkan dirinya ke Korea walaupun bang
Elfa Seciora (alm.) selalu mengingatnya sebagai anak Elfa's Music School (EMS) Bogor yang perlu
diperhitungkan. Bahkan hari-hari terakhir menjelang kepergian Bang Elfa (ketika
Hilmi sibuk MLP session1), masih
mengingatkan manajernya kalau di EMS Bogor ada Hilmi
dengan maksud agar Hilmi mendapat perhatian dan dilibatkan dalam event-event EMS.
Dalam hal ini salah satu harapan orangtua, Hilmi bisa belajar langsung dengan bang Elfa tidak kesampaian, tetapi Allah memberi
alternatif lain. Hilmi karena menjadi the best
actor, juga mendapat beasiswa dari
kak Ubiet untuk belajar privat dengannya beberapa bulan sebagai persiapan
menonton musikal di London. Dia juga belajar langsung dari kak Ubiet melalui
penjelasan-penjelasan kak Ubiet selama berlibur di London. Benar-benar
suatu kemewahan bisa belajar privat dan
didampingi langsung oleh seorang pesuara handal Indonesia.
Ternyata, Allah membukakan jalan untuk meraih impiannya
melalui prestasinya dan menyisakan misteri takdirnya melalui pilihan-pilihan
prestasi dan konstelasi situasi yang membentuknya. Pengalaman-pengalamannya
melanglang buana, menambah wawasannya, menambah keyakinannya akan kekuatan
impian dan juga membangun pijakan untuk melangkah dan membangun impian-impian
baru yang lebih besar. Insya Allah. Semoga takdir mempertemukan usaha dan
impiannya. Amin.
Read More...
Sunday, April 1, 2012
Hilmi dan Lullaby
Mengenal Hilmi saat ini, banyak orang ingin tahu bagaimana Hilmi sewaktu kecil. Apakah dari kecil Hilmi sudah dikenalkan pada musik?
Seperti kebanyakan ibu yang baru mempunyai anak pertama, ibu Hilmi berusaha mencari informasi apapun mengenai cara mengasuh yang baik. Salah satu yang diterapkannya adalah memperdengarkan musik kepada Hilmi ketika bayi. Beberapa lagu klasik seperti karya Mozart dan Tchaikovsky diperdengarkannya.
Dan sesuai pengalamannya diasuh dalam tradisi Jawa, Ibunya menyanyikan lagu “nina bobo”/lullaby “Lelo-Lelo Ledung” setiap kali menidurkan Hilmi. Ibunya yakin ini merupakan satu cara membentuk kedekatan (bonding) dengan Hilmi secara unik, yang tidak dilakukan oleh orang-orang terdekat Hilmi yang lainnya (bapak, tante atau “bibi”). Lirik baris ketiga bait pertamanya dirubah menjadi. “Hilmi sing bagus rupane” (lihat lirik lagu “Lelo-Lelo Ledung”)
Ibunya juga sering melantunkan penggalan lagu lain yang dimodifikasi ketika bermain dengan Hilmi, misalnya reffrain “Inikah Cinta” yang dinyanyikan oleh ME (1997) dan sekarang dipopulerkan lagi oleh SMASH, liriknya diubah menjadi “ Inikah namanya cinta, cintanya bu Titi sama mas Hilmi”
Dengan iringan lagu tersebut, Hilmi diayun di atas telapak kaki Ibunya. Dilambungkan, diturunkan, dilambungkan, diturunkan, dan diakhiri dengan pelukan dan ciuman. Hilmipun tergelak oleh sensasi ayunan, irama dan kejutan ciuman di akhir lagu.
Adakalanya Ibunya menyanyikan lagu dengan lirik yang agak aneh, “anakku-anakku setiap hari” penggalan lagu yang dimodifikasi dari lagu ibunya semasa TK.
Bagi Hilmi lagu lagu itu tentu tidaklah dapat dipahami, tetapi dirasakan melalui musik dan gerakan yang menyertainya ketika dipeluk dan diayun ibunya. Laurel Trainor, seorang associate professor bidang psikologi di McMaster University menggambarkan lullaby sebagai lagu yang berstruktur sederhana, range nada terbatas dan pengulangan.Sebagai tambahan, ahli musik dan produser ClydeSight Productions menyatakan bahwa struktur lagu lullaby menyenangkan bagi anak-anak karena mempunyai struktur seperti cerita yang ada bagian awal, tengah dan akhir. Melalui struktur lagu inilah bayi belajar struktur dan melalui melodi dan harmoni mereka belajar berimajinasi.
Tetapi yang lebih penting selain lagu itu sendiri adalah siapa yang menyanyikan, emosi dari penyanyinya, bagaimana menyanyikannya, gerakan-gerakan ayunan, pelukan dan belaian kasih sayang yang menyertainya. Oleh karenanya lullaby juga menimbulkan perasaan akan dukungan dan rasa aman bagi bayi, yang tidak mungkin diungkapkan dengan kata-kata. Bahasa kasih sayang melalui simbol non verbal inilah yang dirasakannya dalam interaksi ibu dan anak. Bagaimana ibu Hilmi menyanyikannya tentu adalah luapan rasa kangen dan sayang seorang ibu, selepas seharian bekerja. Bermain bersama Hilmi dengan menyanyikan lagu “anakku-anakku setiap hari” adalah ungkapan seorang ibu untuk meyakinkan cinta pada anaknya sepanjang waktu.
Di saat yang tenang sambil menidurkan Hilmi, Ibunya melantunkan harapan-harapan dan doa-doanya melalui lagu “Tak Lelo-Lelo Ledung” yang sarat makna budaya Jawa. Lagu itu menyampaikan harapan orangtua terhadap anaknya agar kelak dia dewasa mencapai kesejahteraan/berkecukupan, menjadi lelaki yang baik, menjaga nama baik orang tua dan mempunyai jiwa patriot.
Satu hal yang ibunya tidak bisa melupakan, ketika Hilmi berumur sekitar 7 bulan, tiba-tiba ibunya dikejutkan dengan gumaman Hilmi menyenandungkan satu bait pertama lagu “Lelo-Lelo Ledung”, ketika dalam gendongan ibunya. Apakah itu pertanda Hilmi belajar menyanyi sejak bayi ataukah hanya kebetulan?Apakah pengalaman-pengalamannya semasa kecilnya ikut membentuk Hilmi seperti sekarang ini adanya? Wallahu'alam bisawab
Pustaka:
Read More...
Thursday, March 29, 2012
Saturday, March 17, 2012
Lagu Pertama Hilmi Waktu Bayi
Tak Lelo Lelo Ledung
Tak lelo lelo lelo ledhung
Cup menenga aja pijer nangis
Anakku sing bagus rupane
Nek nangis ndhak ilang bagusne
Tak gadhang bisa urip mulyo
Dadiyo priyo kang utomo
Ngluhurke asmane wong tua
Dadiyo pendekaring bangsa
Cup menengan anakku
Kae bulane ndadari
Kaya ndhas buto nggegilani
Lagi nggoleki cah nangis
Tak lelo lelo lelo ledhung
Cup menengan anakku
Kae bulane ndadari
Kaya ndhas buto nggegilani
Lagi nggoleki cah nangis
Tak lelo lelo lelo ledhung
Cup menenga anakku cah bagus
Tak emban slendhang bathik kawung
Yen nangis mundhak ibu bingung
Tak lelo lelo ledhung
Tak Lelo Lelo Ledung
Tak lelo lelo lelo ledung,
Be quiet and don't keep crying,
My lovely child.
If you cry your loveliness will fade away
I hope that you will have an honourable
Life, and be an excellent person.
Upholding your parents' name.
Be a patriot.
Don't cry, my child.
Look the moon is rising.
Like a giant's head so dreadful,
Looking for a crying child.
Tak lelo lelo lelo ledung.
Don't keep crying, my lovely child.
I am carrying you in a kain batik kawung.
If you cry, I will be nervous.
Tak lelo lelo lelo ledung
http://www.harmonics.com/lucy/lsd/lulllyric.html#indo
tak lelo lelo ledung versi waljinah : http://search.4shared.com/postDownload/OHBUn6EI/waljinah_-_lelo_ledung.html
Read More...
Monday, November 28, 2011
Saturday, August 20, 2011
Tips- Bermain Biola
Reader's Top 20 Tips
- It's better to practice every day than to practice for a long time on one day a week.
- Practice one difficult part to perfection rather than playing through the whole song many times to try to make it better.
- Get off the computer and practice
- Practice performing. Play your piece for your dog, your mom, your friend, your family before you have to play it for a concert.
- Listen to other violinist play.
- Although many people neglect a good bow technique and control is the key to become a good violinist as most of the tone coloring is related to good bow control.
- Start every session with a goal and plan. Subject them to constant review.
- Every note has a beginning, a middle and also an end
- Find a chinrest that works for you. Some go in the middle, some are higher, and so on, depending on your neck.
- Practice your 3 octave scales and arps daily to perfection. Practice them with varying articulations. You can learn lots of bowing techniques while practicing your scales at the same time
- Practice the music you are working on in sections.
- Enjoy yourself when playing the violin -- otherwise there's no point.
- When you keep making the same mistake constantly and you get frustrated, stop and rest, then go back playing
- Wipe off your violin with a cotton cloth every time you put it away, so the rosin dust does not build up and become difficult to remove
- Always remember sleep is of paramount importance for the brain to learn what you've practiced
- Listen to the Pros. It's good to hear violin at it's best.
- Pratice smarter not harder.
- Breathe with the music.
- Learn your etudes: Mazas, Kreutzer, Rode, Fiorillo, Gavinies, Dont and so on.
- If you believe you played poorly, don't apologize or appear disappointed. You may not have played as well as in your rehearsals but your judges may have liked it!
Saturday, August 13, 2011
Hilmi dan Ify - Dari Kenalan Lama menjadi Teman no 1
Banyak yang penasaran bagaimana Hilmi bisa nyanyi bareng sama Ify. Hilmi bukan anak ICIL, Ify bukan anak MLP. Beginilah ceritanya.
Hilmi ketemu Ify pada saat audisi ICIL 1, keduanya masuk audisi lewat jalur sekolah musik Farabi, karena keduanya murid sekolah musik itu. Hilmi murid sekolah musik Farabi Bogor, dan Ify murid Farabi Jakarta. Ify lolos masuk 50 besar dan tampil di TV. Hilmi tidak lolos pada babak ini. Selanjutnya Ify sibuk dengan ICILnya, sedangkan Hilmi memutuskan menempuh jalur pengembangan diri melalui berbagai kompetisi vokal, cipta lagu dan main piano, serta mengisi acara di berbagai event( lihat Biografi Hilmi).
Sampai suatu saat (3 tahun kemudian), kejutan manis ketika tahu Hilmi dan Ify sama-sama menjadi dubber untuk film musikal “Melodi” yang disutradarai oleh Harry Dagoe. Hilmi mengisi suara lagu-lagu yang dinyanyikan oleh pemeran Ruly (Emir Mahira) dan Ify mengisi suara untuk lagu-lagu yang dinyanyikan sahabat Ruly. Jadilah Hilmi dan Ify berduet dalam lagu “Teman No 1” dan “Suatu Malam".
Kejutan berikutnya, ketika akhirnya Hilmi sekeluarga tahu yang memberi info casting MLP pertama kali adalah tante Gina Sonia (mama Ify). Rupanya tante Gina Sonia, masih ingat Hilmi ketika ketemu pertama kali dalam audisi ICIL 1. Sebagai informasi, no kontak Tante Gina sempat terhapus di phonebook Ibu Hilmi, sehingga tidak mengenali no kontak Tante Gina. Begitulah info casting dari mama Ify lah yang telah mengantar Hilmi sampai akhirnya ikut Musikal Laskar Pelangi ke session 2 dan mudah-mudahan sampai ke Esplanade Singapura. Memori Tante Gina ini pula yang juga membuat Tante Gina mengajak Hilmi untuk tampil bareng sama Ify pada acara Hardiknas 2011 yang lalu bersama Kelvin dan Sivia (anak-anak ICIL) membawakan lagu Hilmi “Aku Anak Pintar”. Kebetulan lagu yang dibawakan adalah lagu Himi yang memperoleh AMI AWARD 2008.
Begitulah Hilmi memang kenalan lama Ify yang menjadi "Teman No 1"
Read More...
Sampai suatu saat (3 tahun kemudian), kejutan manis ketika tahu Hilmi dan Ify sama-sama menjadi dubber untuk film musikal “Melodi” yang disutradarai oleh Harry Dagoe. Hilmi mengisi suara lagu-lagu yang dinyanyikan oleh pemeran Ruly (Emir Mahira) dan Ify mengisi suara untuk lagu-lagu yang dinyanyikan sahabat Ruly. Jadilah Hilmi dan Ify berduet dalam lagu “Teman No 1” dan “Suatu Malam".
Kejutan berikutnya, ketika akhirnya Hilmi sekeluarga tahu yang memberi info casting MLP pertama kali adalah tante Gina Sonia (mama Ify). Rupanya tante Gina Sonia, masih ingat Hilmi ketika ketemu pertama kali dalam audisi ICIL 1. Sebagai informasi, no kontak Tante Gina sempat terhapus di phonebook Ibu Hilmi, sehingga tidak mengenali no kontak Tante Gina. Begitulah info casting dari mama Ify lah yang telah mengantar Hilmi sampai akhirnya ikut Musikal Laskar Pelangi ke session 2 dan mudah-mudahan sampai ke Esplanade Singapura. Memori Tante Gina ini pula yang juga membuat Tante Gina mengajak Hilmi untuk tampil bareng sama Ify pada acara Hardiknas 2011 yang lalu bersama Kelvin dan Sivia (anak-anak ICIL) membawakan lagu Hilmi “Aku Anak Pintar”. Kebetulan lagu yang dibawakan adalah lagu Himi yang memperoleh AMI AWARD 2008.
Begitulah Hilmi memang kenalan lama Ify yang menjadi "Teman No 1"
Sunday, August 7, 2011
Lirik - Bege Tuhan (Opera Batak)
Dinyanyikan Hilmi sebagai pemeran Tagor kecil dalam "Opera Batak" yang dipentaskan pada tanggal 30 Juli 2011, di Teater Jakarta (TIM), Jakarta.
BEGETUHAN
Ciptaan: Tarida Hutahuruk
Tuhan … masihkah mau Kau
Mendengarkan doaku
Tuhan … masihkah gerangan
Sembahku Kau terima, mana tangan-Mu
Gelapnya jalan yang kini kutempuh
Sesatnya anak-Mu kini melangkah
Dengar Tuhan … ratapanku
Tuhan … tangihonon-Mu dope
Naeng tangiangku
Tuhan … najangkonon-Mu dope
Nang somba-sombaku
Tangihon ahu, holom… nidalan sidalananki
N’dang lilu Ahu ulaning mangalangka
Bege Tuhan … Naposomon, Bege Tuhan … Naposomon
Read More...
Mendengarkan doaku
Tuhan … masihkah gerangan
Sembahku Kau terima, mana tangan-Mu
Gelapnya jalan yang kini kutempuh
Sesatnya anak-Mu kini melangkah
Dengar Tuhan … ratapanku
Tuhan … tangihonon-Mu dope
Naeng tangiangku
Tuhan … najangkonon-Mu dope
Nang somba-sombaku
Tangihon ahu, holom… nidalan sidalananki
N’dang lilu Ahu ulaning mangalangka
Bege Tuhan … Naposomon, Bege Tuhan … Naposomon
Lirik - Rumput Bertasbih (Opick feat FLO)
RUMPUT BERTASBIH
Ciptaan: Opick
Penyanyi: Opick feat finalis FLO (Festival Lagu Opick)
Album :The Best of Opick (2011)
Alam raya bertasbih memuji keagungan
Rumput-rumpuit ilalang, daun, pohon dan ikan
Bersujudlah segala di hadapan sang Raja
Berharap memohon karunia-Nya
Allah yang Maha Besar, Allah Maha Dermawan
Allah yang menciptakan, Allah tiada bandingan
Allah Allah Allahhu Allah Dia Maha Pemurah, Dia Allah Maha Penyayang
Allah ... Allah ... Allah ... Allah ...berstabihlah alam raya
Allah ... Allah ... Allah ... Allah ... memuji dan memuja-Nya
Matahari rembulan bintang langit lautan
Berserah berpasrah kepada-Nya
Dialah sang pencipta di tangan-Nya kuasa
Hitamnya putihnya manusia
Allah yang Maha Besar, Allah Maha Dermawan
Allah yang menciptakan, Allah tiada bandingan
Allah Allah Allahhu Allah Dia Maha Pemurah, Dia Allah Maha Penyayang
Allah ... Allah ... Allah ... Allah ...bertasbihlah alam raya
Allah ... Allah ... Allah ... Allah ... memuji dan memuja-Nya
Subhanallah ..... Subhanallah ..... 4 X
Allah ..... Allah 4 x
Alam raya bertasbih memuji keagungan
Rumput-rumpuit ilalang, daun, pohon dan ikan
Matahari rembulan bintang langit lautan
Berserah berpasrah kepada-Nya
Allah ... Allah ... Allah ... Allah ... bertasbihlah alam raya
Allah ... Allah ... Allah ... Allah ... memuji dan memuja-Nya
Allah ... Allah ... Allah ... Allah ... bersujudlah wajah-wajah
Allah ... Allah ... Allah ... Allah ... berharapkan karunia-Nya
Read More...
Review - Musikal Laskar Pelangi (3)
Music News
Selasa, 05 Juli 2011 09:22Musikal Laskar Pelangi : Sebuah Karya Agung Pertunjukan Dari Para Maestro Bag. 3
(baca juga Musikal Laskar pelangi Bag. 1)
Ikal mampu ditampilkan dengan baik dengan sifat baiknya. Atau Mahar dengan segala ke "sotoy"annya namun cerdas. Kucai, si kecil riang yang menjadi favorit semua penonton , atau Lintang, si jenius pemikir yang luar biasa.
Kesemuanya mampu melebur menjadi satu dengan para casts lain. Jelas latihan dan workshop berbulan-bulan membuat mereka tampil semakin bersinar di pertunjukan kedua ini.
Lihat ketika Ikal pergi ke pasar gantong dan bertemu Ling-Ling dan menyanyi Jari-Jari Cantik. Suara yang bening mampu membuat kita tersenyum sekaligus tersindir mengingat pengalaman cinta pertama kita.
Atau Mahar dengan suara serak dan lebih dewasa, seperti menjadi bintang rock n roll di panggung tersebut.
Tapi, puncak dari penampilan itu adalah ketika Lintang dan Ikal bernyanyi di atas panggung, menyuarakan kerinduan mereka terhadap teman dan ayah di adegan Berita Dari Lintang, air mata pun tak berhenti mengalir.
Musikal Laskar Pelangi berhasil meletakkan standar yang tinggi di pertunjukan musikal. Harus diakui akan sangat sulit bagi para penerusnya untuk menyamai sensasi yang didapat ketika menonton pertunjukan ini.
Seluruh elemen yang ada mampu dirangkai dan dijahit menjadi sebuah penampilan yang sederhana, namun megah, serta cerdas.
Tidak ada unsur kenes sama sekali, seperti yang pernah ditulis oleh sebuah harian terkemuka.
Yang ada hanyalah sebuah pertunjukan masterpiece yang membuat kita bangga sebagai sebuah bangsa memiliki daerah terpencil yang sering diabaikan, Belitung dengan kultur Melayunya.
Menyaksikan Musikal Laskar Pelangi kita mampu dibuat percaya bahwa mimpi mampu menjadi nyata dan besar, seperti mimpi ketika Andrea Hirata, Riri Riza dan Mira Lesmana, tertatih mewujudkan sekelompok anak kecil yang menginspirasi banyak orang ini.
Dan kita juga mendapatkan pemahaman dan pengertian baru tentang hidup tanpa harus menggurui.
Ketika satu persatu pemain sudah menampilkan diri dan memberi salam kepada penonton, penghargaan terbesar standing ovation adalah hal yang wajib diberikan kepada pertunjukan Musikal Laskar Pelangi.
Dan juga kabar yang harus disampaikan kepada semua orang, bahwa inilah pertunjukan tentang Indonesia yang memuat kita bangga.
" Hoi…Hoi..Hoi Kami ini orang asli Belitong…Nasib kita akan berubah!!"
(tz/bm) Read More...
Review - Musikal Laskar Pelangi (2)
Music News
Selasa, 05 Juli 2011 09:13Musikal Laskar Pelangi : Sebuah Karya Agung Pertunjukan Dari Para Maestro Bag. 2
Seperti set sekolah Muhammadiyah ataupun set pada saat karnaval berlangsung. Jay mampu menghadirkan Belitong di sebuah panggung yang terbatas di Teater Jakarta lewat visualisasinya.
Sebuah padang rumput savana yang terdiri dari 3 tingkat, dan terdapat jalanan menurun, perusahaan PN Timah, SD PN Timah, ataupun pasar tradisional ditampilkan secara apik ditambah detil-detil kecil yang menambah kesempurnaan.
Seperti ketika suasana di pasar, tiba-tiba menyelip orang gila. Atau ketika karnaval ada karakter Aling yang tiba-tiba melintas melalui sepeda. Dan juga seperti ketika karakter anak gantong yang melintas menggunakan sepeda menuruni turunan jalan rumput savana.
Semua detil kecil yang sekilas remeh-temeh tersebut menimbulkan perasaan "berdesir" ketika menyaksikannya.
Jay pun mampu menampilkan keindahan artistik melalui silut-siluet yang ditampilkan lewat permainan cahaya dan layar yang ada di belakang panggung dan juga di depannya.
Terlihat ketika Pak Harfan menjelaskan pelajaran atau ketika tokoh Lintang menjelaskan soal saat disalahkan dalam sebuah kompetisi.
Atau ketika anak-anak Gantong bersama Bu Muslimah menyanyikan Overture Sahabat Alam, setelahnya hadir hujan dan pelangi yang membuat para penonton melongok kagum.
Dan juga seperti detail siluet para anak-anak berjalan di rumput savana dengan bayangan matahari senja, pepohonan dan bias sinar lembayung, semuanya menjadikan penonton semakin terpuaskan imajinasinya.
Juga lihat ketika terpapar visualisasi pergantian waktu dari pantai di waktu siang, menjadi malam dengan bintang danbulan, serta pergantian musim yang ditampilkan di layar dengan pohon yang meranggas.
Perpaduan antara konsep panggung, set, permainan cahaya dan efek khusus layar menjadi perpaduan apik dan sempurna.
Koreografi pun menjadi hal yang tak kalah penting.
Hartati yang berpengalaman menari puluhan tahun , mampu menampilkan gerkan-gerakan indah, sederhana nan efektif.
Kesemua casts mampu bergerak dan menyanyi dengan baik, karena gerakannya simple.
Sebagai seorang yang pernah berkecimpung di tari Melayu, saya melihat banyak gerakan-gerakan Zapin dan gerakan standar tari Melayu , seperti step, lenggang ataupun gerakan patah-patah dan stakato yang khas Melayu, sehingga para penonton tak henti-hentinya memberikan tepuk tangan membahana setiap adegan berakhir.
Koreografi yang diberikan Hartati, mampu menghadirkan nuansa Melayu dan membuat orang ingin berjoget. Di tangan sekelas Hartati, Melayu berubah menjadi elegan , tidak seperti beberapa tahun terakhir , ketika Melayu diangkat oleh musisi yang mengatasnamakan musik Melayu, hingga dicap kampungan. Salut untuk Hartati.
Namun,yang paling penting adalah para pemain.
Riri Riza dan Mira Lesmana sangat jeli melihat potensi sang pemain.
Tentunya dibantu seorang acting coach Yuyu Unru dan pelatih vokal Nyak "Ubiet" Ina Raseuki para pemain mampu bermain maksimal, hingga ke para pemain pendukung.
Para pemain yang rata-rata memiliki kualitas vokal di atas rata-rata tersebut , juga mampu menghadirkan kemampuan akting yang berbanding lurus dengan suara mereka.
Dira Sugandi misalnya. Penyanyi bersuara dahsyat ini benar-benar membuat penonton percaya bahwa dialah Bu Muslimah.
Akting didukung kostum yang sesuai mampu membuat penonton gembira sekaligus sedih melihat pergantian emosi yang ditampilkannya. Dira pantas disebut the next big thing ratu pentas di tahun-tahun mendatang.
Karakter Pak harfan juga dimunculkan dengan sesuai oleh Chandra Satria.
Pria yang sudah berpengalaman di pentas musik dan musikal ini, beralih rupa menjadi sosok paruh baya yang bijaksana melalui tutur dan bahasa tubuhnya.
Jalannya yang agak terbungkuk dan tertatih, turut memperkuat kesan arif dan bijak. Suaranya yang lantang, tegas disertai artikulasi yang jelas, membuat saya ingin memiliki pak guru seperti Pak Harfan.
Tentu saja kita tidak bisa melewatkan ke sepuluh bocah yang mnjadi bintang utama di musikal maupun filmnya.
Karakter Laskar Pelangi yang terdiri dari Ikal ( Christoffer Nelwan), Lintang ( Hilmi Faturrahman), Mahar ( Patton Otlivio Latuperissa). Kucai ( Muhammad Asy'ari Afif), Sahara ( Ratnakanya Annisa Pinandita) atau Harun ( David Samuel) mampu mencuri perhatian dengan tingkah polah mereka.
(dari bagian 1)
(bersambung ke bagian 3)
(tz/bm) Read More...
Review - Musikal Laskar Pelangi (1)
Music News
Selasa, 05 Juli 2011 08:55Musikal Laskar Pelangi : Sebuah Karya Agung Pertunjukan Dari Para Maestro Bag. 1
Tepat pukul 19.00 pertunjukan dimulai dengan munculnya sebuah tulisan Musikal Laskar Pelangi di sebuah layar yang membatasi pandangan penonton dan para pemain di panggung.
Lalu disusul dengan kemunculan pantai dan hujan serta diiringi musik bernada ceria dari orkestrasi yang mengiringi semua adegan.
Setelah itu tampak sebuah pabrik timah yang megah, orang-orang dari suku sarung, warung kopi, serta manusia yang lalu lalang melintasi panggung.
Sebuah mobil ( yah benar-benar sebuah mobil nyata) menurunkan sesosok pemuda berkemeja dan dengan dandanan orang kota, yang kemudian kita ketahui bernama Ikal.
Ikal melakukan sebuah monolog membuka semua dialog dalam pertunjukan musikal malam itu, " Namaku Ikal. Aku orang asli Belitong."
Dan kemudian musik orkestrasi berganti dengan irama melayu nan rampak ditingkahi dengan koreografi yang menampilkan lenggang serta step ( suatu pola lantai pada gerakan kaki yang khas sebagai dasar tari Melayu) dan dibawakan dengan lincah oleh sekelompok penampil dengan kostum karyawan PT Timah sambil menyanyikan lagu berlirik " hoi..hoi..hoi..hoi.. Kami ini anak Belitong asli… Sekali jadi kuli tetaplah jadi kuli..nasibmu takkan berubah" suatu lirik sederhana, namun provokatif dengan koreografi berbalutkan unsur komedi.
Dan adegan demi adegan, lagu demi lagu, set demi set , serta emosi demi emosi mengalir menghanyutkan setiap penonton sesudahnya.
Menyaksikan Musikal Laskar Pelangi, kita seperti diajak untuk melihat sebuah pertunjukan sinematik yang dibawakan secara langsung dan dengan lagu tentunya.
Mira Lesmana dan Riri Riza sebagai "orangtua" yang membesarkan cerita yang diangkat dari novel laris Andrea Hirata ini jelas memperlakukan Laskar Pelangi sebagai "anak" mereka yang trengginas dan cerdas serta mampu merebut hati semua orang.
Namun kali ini Riri Riza dan Mira Lesmana "mengasuh anak" dan membiarkan para seniman luar biasa untuk turut memberi si "anak" pelajaran dan kesempatan bereksplorasi dengan kecerdasannya.
Sebut aja ada Erwin Gutawa sebagai komposer dan penata musik, sebagai elemen utama sebuah pertunjukan musikal.
Erwin mampu memberikan unsur megah layaknya orkestra, riang gembira serta playfull layaknya musik Melayu pesisir dalam setiap overture musik pengiring pertunjukan musikal yang diangkat dari film inspirasional tersebut.
Dengarkan saja lagu Nasib Tak Kan Berubah dalam adegan Inilah Kampong Gantong sebagai lagu yang dinyanyikan sekelompok pegawai timah di awal pertunjukan. Erwin mampu menghadirkan perpaduan gesekan strings, betotan bas, rentak gendang, suling dan instrumen lain. Segenap penonton tidak kuasa untuk menolak bergoyang kepala atau sekedar kaki.
Atau di nomor Nasib Tak Kan Berubah 2 dan Nasib Telah Berubah, Erwin kembali menghadirkan nuansa Melayu yang membuat saya, terus terang, kangen untuk berjoget Melayu.
Jelas pengalaman puluhan tahun seorang maestro musik di Indonesia, serta pengalamannya mengiringi konser penyanyi Melayu terkenal Malaysia, Siti Nurhaliza, membantu Erwin dalam memasukkan nyawa Melayu ke dalam seting panggung negeri Belitung tersebut.
Namun, Erwin pun tidak kalah piawai menyajikan nuansa melankolis dan dramatis ke dalam sajiannya.
Dalam repertoire yang disajikannya dalam Jari-Jari Cantik di adegan Toko Sinar Harapan, Erwin mampu menggoda kita untuk tersenyum, seiring dengan karakter Ikal yang jatuh cinta ketika berkunjung ke sebuah toko untuk membeli kapur tulis.
Atau unsur karnaval meriah dalam Karnaval di lagu Mahar & Alam, Erwin memasukkan unsur marching band yang meriah dan membahana di dalam adegan ketika pasukan Muhammadiyah Gantong berkompetisi melawan SD P.N Timah dalam pertunjukan seni 17 Agustus-an.
Erwin pun mampu menghadirkan musik yang melelehkan air mata dalam overture Blues Nasib Tak Kan Berubah dalam adegan Semua Berduka di Timur Gantong. Atau di nomor Salam Perpisahan dalam adegan Berita Dari Lintang. Balutan orkestrasi ditingkahi oleh suara sayup gendang melayu dan suling. Menyayat hati dan membuat semua meneteskan air mata.
Semua overture yang dipedengarkan malam itu, bertambah kuat daya magisnya dengan sentuhan lirik dari Mira Lesmana. Liriknya sederhana, tanpa perlu memperhatikan rima , namun memberi penekanan pada emosi keseluruhan lagu.
Efek cahaya, tata panggung dan segala detilnya, juga merupakan elemen yang sangat berperan dalam pertunjukan Musikal Laskar Pelangi periode ke dua ini.
Di sinilah kepiawaian seorang Jay Subiyakto,sebagai production designer diperlihatkan.
Musikal Laskar Pelangi periode dua ini terlihat lebih rapih dan efisien serta taktis dalam perubahan setiap setnya.
(bersambung ke part 2)
(tz/bc) Read More...
Subscribe to:
Posts (Atom)








